Arsitek Jepang Memanfaatkan Kayu Untuk Membangun Villa Di Jepang

Mengambil setting di sebuah daerah perdesaan yang dekat dengan Kota Sakura di Prefektur Chiba, Jepang, sebuah studio design yang bernama TAPO berhasil mengubah sebuah rumah keluarga modern perkotaan untuk kembali ke-alam sehingga menjadi rumah akhir yang pekan bagi keluarga. Rumah ini terletak di antara lapangan rumput dan juga hutan. Dengan mengusung nama Villa In Sakura yang didesain menjadi pusat dari keseluruhan bagian ini yang dimana dengan fokus pada menyediakan ruang yang ideal untuk sang klien yang merupakan anak-anak mudah untuk dapat bermain ditambah dengan kebun yang besar untuk menanam buah dan tumbuhan.


Arsitek Jepang Memanfaatkan Kayu Untuk Membangun Villa Di Jepang

Arsitek Jepang Memanfaatkan Kayu Untuk Membangun Villa Di Jepang

Bangunan villa ini di desain oleh TAPO sebagai bujur sangkar yang sederhana dengan atap yang senada. Dengan ukuran sebesar 75 kaki x 33 kaki atau sekitar 23 meter x 10 meter, pintu bangunan ini dibuat berada di tengah yang membuat hubungan yang cukup jelas antara area bangunan ini. Area tengah ini juga bertindak sebagai fungsi pemisah bagi ruangan yang tergantung tingkat privasi nya. Sebagai contohnya, dibagian utara dibuat untuk ruangan yang membutuhkan ketenangan seeprti kamar mandi, kamar mandi dan juga lemari pakaian sedangkan pada area selatan terdapat ruangan untuk sosialisasi seeprti ruang terbuka untuk tamu dan meja makan termasuk juga dapur dapat ditemukan disni. Selain itu disini juga terdapat 2 loteng dengan tangga yang terletak dimasing-masing ruang yaitu utara dan selatan untuk anak-anak supaya mereka dapat naik dan turun.

Arsitek Jepang Memanfaatkan Kayu Untuk Membangun Villa Di Jepang

Arsitek Jepang Memanfaatkan Kayu Untuk Membangun Villa Di Jepang

Arsitek Jepang Memanfaatkan Kayu Untuk Membangun Villa Di Jepang

Bangunan ini menggunakan kayu sebagai karakter utama dan juga struktur. Pada bagian eksterior menggunakan kayu yang telah di lapisi sehingga memiliki ketahanan yang cukup terhadap cuaca. Untuk ketinggian dari bangunan, digunakan kayu arang yang dikombinasikan dengan lembaran besi yang telah dilapisi warna hitam. Bagian lapisan permukaan atap juga menggunakan lapisan besi untuk meningkatkan ketahanannya. Didalam ruang interior akan terlihat dengan jelas balok kayu, kolom dan juga tiang penopang dari atap yang berada di langit-langit. Nuansa kehangatan dari kayu-kayu ini semakin terlihat dengan dinding beton yang sengaja di minimalisir jumlahnya. Secara keseluruhan, penggunaan material yang alami membuat villa ini berhasil menciptakan koneksi yang sempurna dengan alam yang mengelilinginya.

Nama Proyek : Villa In Sakura

Lokasi : Kota Sakura, Prefektur Chiba, Jepang

Arsitek : TAPO (Tomioka Architectural Planning Office)

0 comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.