Hindari Hal-Hal Ini Ketika Mendekorasi Kamar Anak

Sering kali orang tua mendapatkan kesulitan ketika mendekor kamar anak karena hal tersebut tidaklah sekedar desain ruangannya akan tetapi terdapat juga unsur pernak-pernik beserta perabotan yang harus disesuaikan dengan kebutuhan sang anak.

Orang tua diwajibkan untuk menyelami dunia imajinasi agar dapat menerjemahkan atribut-atribut apa saja yang pas, aman dan sesuai dengan kebutuhan dari sang anak.

Hindari Hal-Hal Ini Ketika Mendekorasi Kamar Anak

Walaupun begitu terdapat juga beberapa aturan khusus yang harus anda lakukan dalam menyiapkan ruangan khusus anak anda ini. Berikut ini adlaah beberapa hal yang harus anda hindari.

1. Tidak Mengajak Anak Berdiskusi

Anak-anak khususnya yang telah memasuki usia sekolah pada umumnya telah mengerti dan mengetahui apa yang mereka inginkan terutama mengenai ruangan idaman yang mereka inginkan sehingga sangatlah bijak untuk mengikutsertakan dalam menata kamar yang kelak akan mereka gunakan ini.

Hal pertama yang harus anda perhatikan adalah memilih tema. Anak-anak di atas 5 tahun atau paling tidak sudah duduk di bangku Sekolah Dasar akan dengan mudah memberitahu anda apa yang mereka inginkan sehingga anda dapat mengatur kamar tersebut sesuai dengan tema yang mereka inginkan ataupun warna yang mereka sukai.

2. Tidak Menutupi Tempat Berbahaya

Diusia tertentu anak-anak sering merasa tertarik dengan benda yang berada di sektiar mereka. Beberapa barang tersebut tentunya berbahaya akan tetapi tidak dapat dihilangkan dari ruangan seperti steker listrik di dinding merupakan barang yang harus anda sembunyikan.

Hindari Hal-Hal Ini Ketika Mendekorasi Kamar Anak

Anda dapat menutup steker dengan perabotan ataupun jika memungkinan memindahkannya ke tempat yang jauh dari jangkauan anak anda. Jika terdapat perabotan yang memiliki ujung yang runcing dan tajam, anda juga harus menutupi ujung-ujung tersebut.

3. Meletakan Komputer atau Televisi Didalam Kamar

Dekorasi kamar anak tidaklah perlu dengan menggunakan hiasan atau pernak-pernik mahal karena hal yang paling penting adalah selaras dengan jiwa dan keinginan mereka. Kamar anak harus didesain supaya mereka bisa istirahat dengan nyaman dan juga betah di kamar untuk belajar.

Walaupun demikian, usahakan tidak menempatkan komputer atau televisi didalam kamar karena anda sebagai orang tua tidak akan bisa mengawasi apa yang diakses oleh anak anda dari komputer sedangkan menempatkan televisi didalam kamar akan membuat anak anda tidak berkonsentrasi untuk belajar sekaligus merusak jam istirahatnya.

Anda harus membiasakan anak anda menonton televisi dan bermain komputer di ruang keluarga ataupun di ruangan yang bisa anda awasi dengan mudah.

4. Salah Memilih Furnitur

Salah satu aturan paling penting adalah tidak menempatkan perabotan yang berlebih di kamar anak anda. Perabot atau furnitur yang jumlah terlalu banyak akan menghambat aktivitas anak anda.

Jika ruangan yang anda siapkan untuk anak terlalu kecil maka anda dapat melakukan beberapa solusi kreatif seperti memasang rak kecil dengan papan pasak di dinding untuk penyimpanan.

5. Dekorasi Yang Ramai

Selain furnitur atau perabotan, barang dan pernak-pernik dekorasi yang terlalu banyak akan membuat kamar anak anda terasa penuh. Selain itu, pernak-pernik tersebut dapat saja membuat kamar anak anda menjadi lebih mudah berantakan dan mengundang debu.

Hindari Hal-Hal Ini Ketika Mendekorasi Kamar Anak

Akses dinding yang cerah ditambah dengan pesawat roket dan langin yang penuh hiasan yang menyala ketika gelap akan memberikan kesan keceriaan anak-anak. Tetapi jika anda ingin menghindari gangguan atau suasana yang terlalu ramai maka anda daapt menerapakn dekorasi yang lebih sederhana seperti dinding putih.

6. Pencahyaan Yang Buruk

Salah satu cara agar anak tetap betah dan nyaman untuk berada di dalam kamar adalah pencahayaan kamar yang baik. Usahakan agar ruangan mereka memiliki cahaya yang baik terutama pada siang hari.

Sebuah lampu meja dengan bagian kepala yang flesibel akan menerangi buku di meja sekaligus membantu mata anak anda ri ketegangan.

0 comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.