Peralatan Teknologi Membantu Agen Properti Di Singapore Lebih Dipercaya Konsumen

Agen properti di Singapore kembali mendapatkan momentum mereka menurut survei terbaru yang diadakan oleh Council for Estate Agencies dengan 72 persen publik Singapore menyampaikan bahwa mereka tertarik untuk melakukan satu transaksi kedepannya.

Angka tersebut naik dari 60 persen pada survei sebelumnya pada tahun 2015 dan 66 persen pada survei di tahun 2012.

Menteri Negara Pengembangan Nasional, Zaqy Mohamad menunjuk pada teknologi dan juga dorongan produktivitas lainnya yang dilakukan tahun lalu dibawah pengawasan Real Estate Industry Transformation Map sebagai alasan utama meningkatkan tingkat kepuasan konsumen.

Dirinya mencatat bahwa konsumen yang dimana agennya menggunakan tiga atau lebih aplikasi teknologi seperti aplikasi perhitungan harga dan formulir elektronik lebih disukai dan memiliki tingkat kepuasan yang lebih tinggi.

Peralatan Teknologi Membantu Agen Properti Di Singapore Lebih Dipercaya Konsumen

Juga begitu pada porsi konsumen yang mencari agen online meningkat dari yang kurang 20 persen menjadi 25 persen.

"Konsumen telah berbicara, mereka ingin kemudahan dan kenyamanan yang disediakan oleh perangkat teknologi dan juga kemampuan untuk mencari agen mereka secara online. Trend ini sepertinya akan terus berlanjut dan kami akan menyesuaikan semuanya menurut keinginan konsumen untuk memenuhi ekspetaksi dari konsumen," katanya.

Council of Estate Agencies atau CEA melakukan surve persepsi publik ketiga mereka antara bulan Mei hingga Juli tahun lalu dengan mewawancara 1.529 konsumen dan juga konsumen potensial lainnya yang dimana mereka adalah orang yang belum pernah menggunakan layanan dari agen properti sebelumnya.

Zaqy juga membagikan bagaimana otoritas memfasilitasi adopsi teknologi, melatih para agen dan meningkatkan tingkat kepercayaan konsumen sebagain bagian dari Industri Transformation Map.
Satu perubahan adalah pada rangka kerja Continuing Professional Development yang membantu para agen tetap relevan dengan industri saat ini.

Saat ini, para agen harus mengikuti 6 pelatihan setiap tahunnya untuk memperbaharui izin yang mereka miliki yang mana tiga pelatihan adalah pelatihan profesional yang berhubungan dengan hukum real estate dan regulasi.

Dimulai dari 1 Oktober, pelatihan profesional akan ditingkatkan menjadi 4 dan dua pelatihan untuk meningkatkan kemampuan tingkat sedang seper cara berpikir kreatif dan komunikasi.

Perubahan lainnya adalah bentuk dari kontrak standard untuk penjualan kembali proerti residensial pribadi yang dimana terdorong setelah suksesnya template pada rumah sewa.

"Konsumen baik itu penyewa atau tuan tanah, pembeli atau penjual yang menggunakan template ini akan dipastikan bahwa kepentingan mereka benar-benar di lindungi," katanya.

"Agent yang menggunakan template ini akan juga mendapatkan keuntungan dengan hanya menghabiskan sedikit waktu untuk melakukan negosiasi berbagai ketentuan dan kondisi pada kontrak."

0 comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.